The Day When I Was Breathless

 (it was my assignment in Introduction to Literature)

It was late December, 2005. It was very beautiful moment because it just different with the usual month. It was spring in the December, there were flowers bloomed and giant green trees were wobbled by the heavy wind, but still beautiful. The windy weather made some unique feelings and the atmosphere covered the whole feeling which I felt at that time.

I was in my second grade of my Junior High School. Luckily, I was in a good class, I got kind friends and comfortable classroom which is supported me to study comfortably. Everything was okay, my achievement was good, my friendship was very well, my teachers were care so much, but it was felt not complete. Suddenly, in my convenient condition, something happened to my heart. There was total eclipse in my heart. There was something teased my life.

It was my silly experience, but the wonderful one. I never had expected that I would have been very amazing. One chance that made me flew. That day, the fabulous day, all of students got task to pick some flowers for our teachers’ funeral. I didn’t know where to go, how could I get those flowers? My friends ran to their home, but I didn’t because my house was far from there. I was in terrible confusion. Unexpectedly, a boy with a worn out uniform came to me. He asked me to follow him, with unfriendly voice. I felt so annoyed with this guy. Absolutely, he was my rival in class, the only one who always messed up my day in class. He walked to his village which full of flowers, so we could pick it so easily. Along the journey to the village, it was a silence journey without words. I didn’t know what he felt at that time, but I was worried about myself. I was going to think what kind of guy he is, he kept me all along the trip. In the dusty road. Even he looked so careless of me, I could feel his courageous of keeping me. It was felt so strange, so weird, but I liked it.

We got the flowers, after we have hunted it in the village yard. Both of us took a rest under a big tree. The trees bloomed the yellow flowers which were brought away by the breezes. We were lying in the ground like an old leaves and smelling the flowers fragrance. I still didn’t know what his feeling at that time and I was getting more worried about myself. But, I decided to ignore it and continued to enjoy the amazing situation. That was a single complete package in a memorable place where we had been going together.

In our way back to school, he made an awkward conversation but he failed because I didn’t respond it. The situation was getting ungainly. I knew that actually he was a bashful boy, he seldom had a conversation with me. How stubborn I am, I tried hard to drive away all kinds of feeling, but I couldn’t. So, I prefer to ignore him.

That day passed. I thought everything was normal. I could continue my days like the ordinary day. But, I was wrong, I was going to act ashamedly if I met him. I didn’t know what was going on myself. Eventually, I had to realize that I had feeling to him, my first one.

The day after that day, he always fulfilled my head, he completely covered my life. I was really remembering his clothes. It was so real. The smell, the atmosphere, it was so real. I thought that the world was mine. All buildings are mine, all cars are mine, all trees are mine, and the air is only mine. I never had a dream come true, till the day I was with him. That day, very beautiful spring when I was younger, I was got special thing. Of course, Iwas in love in the term of the real feeling. That was unexpected, I just saw him in my imagination. He was not handsome, he was an ordinary guy for other people, but not for me. He was so perfect, with his all behavior.  His smile was charming and his speech was witch me up. Everything he did and what he said beautify my day. He made me breathtaking. It was the day when I’m being my real me. We had walking along the dusty road to get some flowers. This all make me breathless for the first time.

Contrastly to my feeling, I still didn’t know how about him. He was mysterious, and always like that. My relationship with him still like an ordinary, we seldom to had conversation, just an awkward sight when we met. It was okay, because we still a younger. We had not to show our feeling.

Sometimes, I wish I had never left.

Seorang Pemimpin Yang Takut Pada Allah

UMAR BIN ABDUL AZIZ

Tangisan Seorang Pemimpin Yang Takut Pada Allah

UMAR bin ABDUL AZIZ, Dia seorang hafizh, mujtahid, sangat mendalam ilmunya, zuhud, ahli ibadah dan sosok pemimpin kaum Muslimin yang sejati. Dia juga disebut Abu Hafsh, dari suku Quraisy,Bani Umayyah.

Istrinya, Fathimah pernah berkata, “ Dikalangan kaum laki-laki memang ada yang shalat dan puasanya lebih banyak dari Umar. Tetapi aku tidak melihat seorangpun yang lebih banyak ketakutannya kepada Allah daripada Umar, jika masuk rumah ia langsung menuju tempat shalatnya, bersimpuh dan menangis sambil berdoa kepada Alloh hingga tertidur. Kemudian dia bangun dan berbuat seperti itu sepanjang malam.”

Takkala menyampaikan khutbah terakhirnya, Umar bin Abdul Aziz naik keatas mimbar, memuji Alloh, lalu berkata, “ Sesungguhnya ditanganmu kini tergenggam harta orang-orang yang binasa. Orang-orang yang hidup pada generasi mendatang akan meninggalkannya, seperti yang telah dilakukan oleh generasi yang terdahulu. Tidakkah kamu ketahui bahwa siang dan malam kamu sekalian mengarak jasad yang siap menghadap Allah, lalu kamu membujurkannya di dalam rekahan bumi, tanpa tikar tanpa bantal, lalu kamu menimbunnya dalam kegelapan bumi ?. Jasad itu telah meninggalkan harta dan kekasih-kekasihnya. Dia terbujur dikolong bumi, siap menghadap hisab. Dia tak mampu berbuat apa-apa menghadapi keadaan sekitarnya dan tidak lagi membutuhkan semua yang ditinggalkannnya. Demi Allah, kusampaikanhal ini kepadamu sekalian, karena aku tidak tahu apa yang terbatik didalam hati seorang seperti yang kuketahui pada diriku sendiri “

Selanjutnya Umar bin Abdul Aziz menarik ujung bajunya, menyeka air mata, lalu turun dari mimbar. Sejak itu dia tidak keluar rumah lagi kecuali setelah jasadnya sudah membeku.

Diriwayatkan dari Abdus-Salam, mantan budak Maslamah bin Abdul Malik, dia berkata: “ Umar bin Abdul Aziz pernah menangis, melihat ia menangis, istrinya dan semua anggota keluarganya pun ikut menangis, padahal mereka tidak tahu persis apa pasalnya mereka ikut-ikutan menangis”.

Setelah suasana reda, Fathimah, istrinya bertanya: “Demi ayahku sebagai jaminan, wahai Amirul Mukminin, apa yang membuat engkau menangis? “ .Umar bin Abdul aziz menjawab, “ Wahai fathimah, aku ingat akan persimpangan jalan manusia takkala berada di hadapan Alloh, bagaimana sebagian diantara mereka berada di sorga dan sebagian lain berada di neraka.

Life is about Mindset

Visi hidup sangat menentukan jalan hidup kita. Tentu saja, kita tidak bisa terlepas dari visi hidup. Lalu apa yang terjadi bila manusia hidup tanpa mempunyai visi? Menilik kembali peribahasa dari negara matahari terbit, Jepang, yang mempunyai kata petuah yang begitu meyakinkan kita betapa pentingnya visi dalam kehidupan itu.

“visi tanpa kerja adalah mimpi di siang bolong, dan kerja tanpa visi adalah mimpi buruk”

Lalu apa sebenarnya visi itu? Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), visi berarti 1 kemampuan untuk melihat pd inti persoalan; 2 pandangan atau wawasan ke depan: seluruh rakyat mempunyai — yg sama mengenai perjuangan bangsa; 3 kemampuan untuk merasakan sesuatu yg tidak tampak melalui kehalusan jiwa dan ketajaman penglihatan; 4 apa yg tampak dl khayalan; 5 penglihatan; pengamatan.
Singkat kata, visi adalah pandangan atau ekspektasi tentang masa depan orang yang memilikinya, mau dibawa kemana dan mau diapakan masa depan pemilik visi tergantung pada visi yang terstuck-on dalam alam bawah sadar. Dalam menentukan visi hidup tentulah tidak bisa sembarangan, sebab itu akan menjadi paradigm dan margin antara yang menjadi prioritas atau bukan.
Sebagai seorang mahasiswa, sebenarnya kita dituntut untuk menjadi generasi yang visioner yang menjadi gudangnya ide-ide cemerlang menuju perubahan yang lebih baik. Begitulah idealnya. Semua materi tentang mindset ini, saya dapat saat materi pelantikan pengurus SKI FKIP 2012 yang disampaikan oleh Pembina organisasi tersebut. Dengan materi yang bertajuk “Dilema Aktivis Kampus: antara dakwah atau kuliah” benar-benar materi yang menginspirasi dan membangunkan ku dari timangan hangat rutinitas yang mungkin kurang seimbang antara berorganisasi ataupun focus kuliah.
Keputusan untuk mengambil jalan yang berbeda dengan golongan mayoritas memang tidak mudah. Sama halnya dengan kecenderungan mahasiswa mayoritas yang lebih memprioritaskan kuliah daripada “menyibukkan dir”i dengan hal-hal lain(baca berorganisasi). Memang tidak salah mengambil track yang lurus, maksudnya mahasiswa ya tugasnya kuliah, mengerjakan tugas, menyelesaikan laporan, mendapat nilai bagus, lulus dan dapat kerja, selesai. That’s it. Itu bukan pilihan yang salah, namun apa kontribusi mahasiswa yang katanya sebagai Agent of Change, Iron Stock, dan Moral Force???
Jawaban atas kondisi dilematis para aktivis kampus sebenarnya ada dalam masing-masing individu. Kembali lagi pada topic awal yaitu mindset. Life is about mindset, karena mindset atau visi seorang mahasiswa yang akan menjadi batu landasan dalam beraktivitas. Sebaik-baik paradigm adalah paradigm yang berbasis akhirat. Jika semua aktivitas yang dilakukan semata-mata hanya ingin mendapatkan kehidupan akhirat yang bahagia, maka insyaAllah semua nya dalam track yang benar. Just go on the right track. Tips lain untuk menyeimbangkan antara kuliah dan organisasi yaitu,
1. Focus on working
2. Pay attention and write
3. Allocate time
4. Don’t delay the job
5. Daily schedule
Sebagai mahasiswa yang memilih jalan yang berbeda dan lebih berisiko, maka tanggung jawab dan amanah yang harus dilakukan juga bertambah. Bukan saja harus focus menjalani perkuliahan dengan segala pernak-pernik tugas yang harus diselesaikan, namun juga harus memikirkan permasalahan dan deadline organisasi yang juga meminta perhatian khusus. Sungguh melelahkan, namun inilah jalan kita, jalan para aktivis kampus yang tidak ingin berlabel mahasiswa kupu-kupu. Kita tidak bisa memberatkan salah satu, karena dua-duanya adalah amanah kita, dan keseimbangan mutlak diperlukan. Tawadzun dalam menjalani setiap episode aktivitas, menjalankan kewajiban kita sebagai mahasiswa secara akademis, kewajiban anak kepada orang tua kita, kewajiban dakwah kepada yang lain walaupun lingkup terkecil sekalipun, serta kewajiban sebagai anggota masyarakat.
Mengingat, “kewajiban itu lebih banyak daripada waktu yang kita miliki”, maka perlu adanya skala prioritas dalam menjalani akativitas sehari-hari. Berikut adalah fiqh prioritas:
1. Memprioritaskan kualitas atas kuantitas.
2. Memprioritaskan ilmu atas amal.
3. Memprioritaskan amal yang lebih luas manfaatnya atas amal yang kurang bermanfaat.
4. Memprioritaskan hak masyarakat atas hak individu.
Yang terakhir, mindset kita harus di reset sedemikian rupa sehingga menjadi mindset yang benar-benar lurus dan akan mendatangkan keridhoan Allah. Dan semoga segala aktivitas kita akan menjadi amal kebaikan dan bisa menolong kita nanti di Yaumul Akhir. Sebagai penutup, ada suntikan motivasi bagi para aktivis kampus dan semoga ini menjadi karakter kita semua.
Here these are, 10 AT karakter aktivis kampus^^
1. Sholat 5 waktu tidak pernah telat
2. Sholat tahajud kuat
3. Aksi-aksinya hebat
4. Lulusnya cepat
5. IP nya empat
6. Perilakunya memikat
7. Kata-katanya penuh nasihat
8. Berpikir dan bertindak cermat, cepat, dan tepat
9. Ukhuwahnya erat
10. Hidup bahagia dunia akhirat

Semangat Pemuda Inspiratif

Motivating Yourself to be A Great Leader

Pemuda dalah pemimpin besar untuk masa depan. Rasulullah SAW adalah suri tauladan bagi kita, beliau adalah pemimpin besar, pemimpin yang paling sempurna. Inilah karakteristik kepemimpinan beliau:

  1. • Beliau mempunyai keinginan agar umatnya selamat dunia dan akhirat, dengan beriman kepada Allah SWT.
  2. • Beliau sangat memikirkan nasib umatnya.
  3. • Beliau pemimpin yang adil. Tegaknya keadilan merupakan harga mutlak.
  4. • Beliau merupakan pemimpin yang lemah-lembut, penuh kasih sayang, dan santun. Tidak ada sifat kekerasan.
  5. • Beliau mempunyai sifat ketegasan, terutama dalam masalah akidah, tidak ada kata kompromi.

Sebagai pemimpin masa depan, jangan sampai pemuda itu silau dengan keadaan dunia sekarang. Dengan berpegang teguh pada ajaran Islam, InsyaAllah kita akan mendapatkan jalan yang lurus. Selain itu, umat muslim juga mempunyai figure pemimpin sejati. Pemimpin yang memang dipilih langsung oleh Allah untuk membimbing manusia ke jalan yang benar. Ajaran Rasululllah yaitu untuk beriman kepada Allah semata, akan membimbing kita ke kehidupan yang bahagia, jalan yang penuh kemudahan yang hakiki. Untuk menjadi pemimpin yang besar seperti beliau, maka perlu dibentuk rasa cinta pada keimanan terhadap Allah yang sebenar-benarnya.
Pemimpin yang besar harus memimpin dengan jalan yang lurus (berfigur pada Rasulullah). Pemimpin besar yang diidolakan adalah beliau, maka kita harus berkaca pada pribadi beliau pula.

  1. Niat menjalankan setiap amanah harus diluruskan. Tujuan pertama dan utama adalah untuk mendapatkan ridlo dari Allah SWT, bukan untuk mendapatkan pujian atau penghargaan dari manusia. Ikhlas lillahi ta’ala, sehingga semua aktivitas dapat dilakukan dengan ringan, dengan demikian bersatunya umat akan lebih mudah karena kasih sayang dan ukhuwah tetap terjaga.
  2. Kejujuran sebagai seorang pemimpin (honesty). Seorang pemimpin harus jujur karena jujur adalah pangkal kebaikan. Kebaikan akan membuahkan jannah. Sebaliknya, pemimpin harus menjauhi sifat bohong, karena bohong adalah pangkal kejahatan.
  3. Tebarkan keselamatan (salam). Sesama umat harus saling mengucap salam, salam disini bukan hanya sekedar mngucapkan kata kata salam, namun harus dimaknai secara utuh/kaffah. Salam di sini berarti mnyebarkan keselamatan untuk diri sendiri dan orang lain. Kita harus menjaga diri, menjaga perilaku, dan jaga hati agar setiap tindakan yang kita lakukan tidak melukai orang lain. Saling mengingatkan, karena seorang muslim bertanggung jawab atas keselamatan atas saudara muslim yang lain.
  4. Pemimpin harus amanah, jangan sampai khianat. Jika sebuah kepemimpinan ada yang berkhianat, maka tunggu saja kehancurannya. Naudzubillahi mindzalik.

Keep hold on ISLAM forever….
True Great Leader
a. Diridloi oleh Allah SWT
b. Dicintai oleh rakyatnya
c. Mendatangkan kebaikan dan keselamatan
We have to be a young leader, inspiring and productive…. Okay okay…

Pemimpin
a. Pemimpin hanya berorientasi pada memberi sebanyak-banyaknya, bukan menerima sebanyak-banyaknya. Tidak ada rasa pamrih dalam melaukan tugas kepemimpinan. (pemimpin itu me-, bukan di-).
b. Pemimpin mempunyai karya, bukan hanya wacana.
c. Pemimpin itu memberikan teladan, baik secara sikap, perbuatan maupun tindakan.
d. Pemimpin yang baik mampu melahirkan pemimpin-pemimpin baru yang lebih baik dari dirinya sendiri.
e. Pemimpin yang baik siap memimpin dan dipimpin. Ada masanya, pemimpin itu mengisi tapi ada masa juga untuk diisi dengan ilmu-ilmu yang baru.
Jaman transkomunikasi, kita dituntut untuk hidup dengan jaringan, berkomunitas, berkolaborasi dan saling bekerja sama dengan orang lain. Tidak akan bertahan hidup, orang yang hidup sendirian.
Stage to achieve leadership
Level 5 Personhood (respect)
Level 4 People development (reproduction)
Level 3 Production (result)
Level 2 Permission (relationship)
Level 1 Position (right)

Menilik dari tokoh besar
Tokoh: Muhammad Al Fatih
 Ayahnya adalah Sultan Murad II, yang merupakan keturunan bangsawan dan ahli strategi dan politik.
 Hafal Al-Qur’an dan sejak baligh tidak pernah meninggalkan sholat wajib, rowatib dan tahajud. Beliau juga mempunyai sebutan sebagai As-Syeikh Al-Kurani.
 Jago 8 bahasa dan ahli sains.
“Constantinopel akan jatuh ke tangan tentara Islam. Rajanya adalah sebaik-baik raja, tentaranya adalah sebaik-baik tentara…” (HR. Imam Ahmad)

Seorang pemimpin yang besar tidak bisa lepas dari 3 bimbingan yaitu Ibu, Guru, dan Buku. Bimbingan dari seorang ibu tentang pembekalan budi pekerti dan karakter, teladan dan pengarahan dari guru untuk mempertajam leadership dan seluk-beluknya, serta buku sumber wawasan tanpa batas. Dalam dinamika perkembangan karakter pemimpin, terdapat begitu banyak hal yang perlu dipersiapkan untuk membentuk karakter yang benar-benar bisa disebut sebagai generasi pemimpin yang Islami. Tapi bukan tidak mungkin semua itu dapat terwujud, yang terpenting adalah apa yang bisa dilakukan untuk saat ini. Memperbaiki keadaan dengan mempersiapkan pemuda yang inspiratif dan kontributif.

Keep Smiling, Keep Inspiring

Bismillahirrohmanirrohiim

Assalamu’alaykum warohmatullahi wabarokatuh,

Kisah perjalanan ku di keluarga bahagia ini…

My Lovely Humas 1 Raga

Pada awal saya menjadi bagian dari persaudaraan ini, saya akui saya memang tidak mempunyai background tentang kehumasan atau hal-hal yang membutuhkan skill membangun relasi dan koneksi yang baik. Bahkan, saya cenderung bisa dikatakan sebagai orang yang introvert daripada ekstrovert. Saya lebih suka melakukan pekerjaan sendiri, memilih bekerja seorang diri daripada bersama-sama dengan orang lain, karena menurut saya hal itu hanya membuang-buang waktu saja. Misal jika kita bekerja sendiri maka keputusan akan lebih cepat diambil daripada kerja kelompok, yang harus melalui proses diskusi, mempertimbangkan dan menyamakan persepsi antar anggota. Sehingga, terbangunlah paradigma bahwa bekerja sendiri itu lebih cepat selesai daripada bersama-sama.

Tapi, semua anggapan dan pemahaman saya tersebut lama-kelamaan luntur terkikis oleh kenyataan bahwa tidak selamanya saya mampu bekerja sendirian. Dan saya temui ladang pembelajaran tersebut di dalam suatu organisasi, sebenarnya forum resmi yang pertama saya ikuti. Di sinilah, di keluarga Humas 1 Raga, begitulah panggilan kereeen kami, hehe…. So, the first thing which needs to be noticed is that we are Super TEAM, the team of Humas SKI FKIP UNS 2011.

Well, here we are TEAM…(Togetherness Emphatic Appreciation More contribution)

Yuuup… togehtherness, rasa kebersamaan harus di tanamkan terlebih dahulu, sehingga muncul rasa empati (emphatic). Tidak lupa juga, apresiasi terhadap kontribusi yang dilakukan para staff sangat perlu diperhatikan. Apresiasi dapat berbentuk apa saja, misal sms ucapan selamat, terimakasih ataupun penghargaan lain. Pada intintinya, kedekatan pribadi sangat perlu sehingga komunikasi lebih lancar. Hal pertama yang harus dilakukan adalah mensolidkan semua personel. Proses penyamaan visi, tujuan, dan persepsi tentang humas. Saling ma’rifat sangat urgent karena akan menumbuhkan rasa saling memiliki, saling pengertian, saling berempati sehingga kesolidan akan lebih mudah terbentuk.

Well, kalo yang tadi tentang pensolidan anggota, selanjutnya pengalaman saya selama di humas bersama saudara dan sahabat yang luar biasa. Dengan jargon yang luar biasa pula, HUMAS 1 RAGA (Ramah Gesit dan Aktif) kereeen… Langsung ya, masuk ke proker humin yaitu KUROSHIMA (kunjungan ke HMP dan HMJ). Untuk ketercapaian proker adalah 5 dari 8 HMP dan HMJ yang ditargetkan. Evaluasinya mungkin lebih kepada pelaksanaan kunjungan yang pada awalnya 2 pekan 1 kali, menjadi molor karena kendala waktu yang sulit cocok dengan target kunjungan. Oleh karena itu, kedepannya pelaksanaan lebih diintensifkan dan lebih continue. Kita harus lebih aktif mencari informasi ke HMP dan HMJ juga, terutama hubungan personal dengan mereka akan lebih mengena.

Terkait dengan launching formkomsie, mungkin kita masih kurang publikasi, kita harus lebih memassivkan penetrasi SKI untuk mensolidkan kerohanian di HMP dan HMJ. Next, kunjungan ke birokrat yang belum terlaksana, harapannya humas kedepan akan merealisasikan sehingga jaringan SKI dengan dekanat lebih terjaga. Don’t forget to keep ukhuwah with UKM, agar sinergisitas antar lembaga tetap terjaga, terutama penjagaan rukhiyah para aktivis kampus.

I think that’s enough from me. Actually, I was not too active in Humas but I do hope the next Humas will be better and better. In short, kita harus lebih membuat rancangan kerja yang lebih sistematis serta plotting tugas yang lebih jelas. Keep struggling in this way. The True way to get Jannah, Amiiin….

Finally, keep smiling, keep inspiring, and keep fighting for expanding this  Dakwah ^.^

Wassalamu’alaykum warohmatullahi wabarokatuh….

Hello world!

Welcome to WordPress.com. After you read this, you should delete and write your own post, with a new title above. Or hit Add New on the left (of the admin dashboard) to start a fresh post.

Here are some suggestions for your first post.

  1. You can find new ideas for what to blog about by reading the Daily Post.
  2. Add PressThis to your browser. It creates a new blog post for you about any interesting  page you read on the web.
  3. Make some changes to this page, and then hit preview on the right. You can always preview any post or edit it before you share it to the world.

tawangmangu

Komentar Terakhir

Mr WordPress on Hello world!
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.