Adakah yang tahu apa bedanya burung gereja dengan burung elang? Keduanya sama-sama makhluk hidup yang dianugerahi sayap sehingga bisa terbang menjelajahi angkasa. Keduanya berasal dari family yang sama yaitu aves, yang bertahan hidup dan berkembang di naungan mereka yaitu sarang burung. Berdasar ciri general, karakteristik kedua jenis burung itu memang sama, tapi ternyata banyak sekali perbedaan dari burung gereja dan burung elang. Secara fisik, ukuran burung gereja lebih kecil dan lebih lemah bila dibanding dengan burung elang yang lebih besar dan lebih kuat. Bila dilihat dari kekuatan yang dimiliki, tak diragukan lagi kalau burung elang pasti kecakapan lebih dibanding dengan burung gereja. Akan tetapi, burung elang hidup berkelompok sedangkan burung elang menyendiri.
Sebenarnya tidak begitu penting membandingkan perbedaan kedua burung tersebut, akan tetapi apa yang bisa kita pelajari dari perbedaan tersebut. Ini adalah tentang pilihan. Sebuah pilihan yang harus dipilih oleh kita sebagai pemuda. Apakah kita akan memilih menjadi burung gereja ataukah burung elang?
Bila seorang yang pragmatis memilih, pasti burung gereja adalah pilihannya. Karena menjadi burung gereja tidaklah susah, hanya perlu menunggu manusia yang menyebar biji-bijian untuk dimakan. Mereka juga tidak perlu terbang jauh untuk mencari makanan. Begitu juga dengan pemuda yang pragmatis, mereka hanya berkutat dengan hal-hal kecil yang diperebutkan oleh banyak orang, berorientasi pada tujuan jangka pendek asalkan secepatnya mendapatkan apa yang diinginkan. Tanpa mereka sadari, mereka telah menghabiskan banyak waktu untuk hal-hal yang bersifat sementara.
Di sisi lain, seorang yang memiliki visi yang jauh kedepan pasti akan memilih menjadi burung elang. Burung elang mempunyai sayap yang lebih lebar dan tubuh yang lebih kuat untuk mengarungi angkasa. Begitu juga pemuda yang berani mengambil jalan yang berbeda dengan yang lain, berani keluar dari zona nyaman dan mencoba hal-hal di luar kebiasaan pemuda pada umumnya. Bukan lagi pragmatis atau oportunis, tetapi pemuda idealis yang berorientasi pada kebaikan.
ORGANISASI: apakah hanya MUSUM, MUNAS, MUBES, dan akhirnya menjadi MUBENG???
Begitu miris ketika organisasi mahasiswa diberi label sebagai event organizer. Organisasi mahasiswa memang bisa menjadi wadah mahasiswa untuk mengembangkan hobi, minat dan bakatnya. Dengan mengikuti organisasi, mahasiswa akan memperoleh organizational skill, seperti public speaking, leadership competence, dan self-management. Idealnya, organisasi dapat membentuk pribadi yang lebih berkompetensi sesuai dengan ranah organisasinya. Tetapi, virus-virus pragmatisme mulai menjalar ke organisasi mahasiswa. Para pelaku organisasi mulai menjadi orang yang hanya mengambil jalan untuk kepentingan sekilas tanpa berpikir panjang. Meskipun tidak semua organisator itu pragmatis, akan tetapi virus ini harus segera diatasi. Lalu, bagaimanakah yang idealnya?
Kita kembali lagi pada arti istilah organisasi. Sudah tentu banyak ahli yang berpendapat apa itu organisasi. Intinya, organisasi adalah sekelompok orang yang berkomitmen untuk melakukan “kerja”. Kerja adalah bentuk usaha nyata dari tujuan organisasi. Kerja dapat dimaknai dengan berkarya dan menghasilkan sesuatu yang bermanfaat berdasarkan genre organisasinya, misal seni, politik, ilmiah, agamis ataupun olahraga. Bila organisasi hanya berkutat pada rapat dan hal-hal yang bersifat formalitas, sebenarnya itu membuang-buang waktu dan tenaga. Seperti sindiran yang disampaikan oleh Dr. Sutanto, DEA., apakah kerjaan organisasi mahasiswa itu hanya MUSUM, MUNAS, MUBES, dan akhirnya semua menjadi MUBENG, karena hal tersebut bersifat formalitas dan administratif. Jawabannya, tentu saja tidak. Mari menjadi organisator yang bekerja, berkarya dan mencintai apa yang kita kerjakan. Semangat Totalitas.
