aksara unique

Keep Inspiring others

Burung Gereja vs. Burung Elang


Adakah yang tahu apa bedanya burung gereja dengan burung elang? Keduanya sama-sama makhluk hidup yang dianugerahi sayap sehingga bisa terbang menjelajahi angkasa. Keduanya berasal dari family yang sama yaitu aves, yang bertahan hidup dan berkembang di naungan mereka yaitu sarang burung. Berdasar ciri general, karakteristik kedua jenis burung itu memang sama, tapi ternyata banyak sekali perbedaan dari burung gereja dan burung elang. Secara fisik, ukuran burung gereja lebih kecil dan lebih lemah bila dibanding dengan burung elang yang lebih besar dan lebih kuat. Bila dilihat dari kekuatan yang dimiliki, tak diragukan lagi kalau burung elang pasti kecakapan lebih dibanding dengan burung gereja. Akan tetapi, burung elang hidup berkelompok sedangkan burung elang menyendiri.

Sebenarnya tidak begitu penting membandingkan perbedaan kedua burung tersebut, akan tetapi apa yang bisa kita pelajari dari perbedaan tersebut. Ini adalah tentang pilihan. Sebuah pilihan yang harus dipilih oleh kita sebagai pemuda. Apakah kita akan memilih menjadi burung gereja ataukah burung elang?

Bila seorang yang pragmatis memilih, pasti burung gereja adalah pilihannya. Karena menjadi burung gereja tidaklah susah, hanya perlu menunggu manusia yang menyebar biji-bijian untuk dimakan. Mereka juga tidak perlu terbang jauh untuk mencari makanan. Begitu juga dengan pemuda yang pragmatis, mereka hanya berkutat dengan hal-hal kecil yang diperebutkan oleh banyak orang, berorientasi pada tujuan jangka pendek asalkan secepatnya mendapatkan apa yang diinginkan. Tanpa mereka sadari, mereka telah menghabiskan banyak waktu untuk hal-hal yang bersifat sementara.

Di sisi lain, seorang yang memiliki visi yang jauh kedepan pasti akan memilih menjadi burung elang. Burung elang mempunyai sayap yang lebih lebar dan tubuh yang lebih kuat untuk mengarungi angkasa. Begitu juga pemuda yang berani mengambil jalan yang berbeda dengan yang lain, berani keluar dari zona nyaman dan mencoba hal-hal di luar kebiasaan pemuda pada umumnya. Bukan lagi pragmatis atau oportunis, tetapi pemuda idealis yang  berorientasi pada kebaikan.

ORGANISASI: apakah hanya MUSUM, MUNAS, MUBES, dan akhirnya menjadi MUBENG???

Begitu miris ketika organisasi mahasiswa diberi label sebagai event organizer. Organisasi mahasiswa memang bisa menjadi wadah mahasiswa untuk mengembangkan hobi, minat dan bakatnya. Dengan mengikuti organisasi, mahasiswa akan memperoleh organizational skill, seperti public speaking, leadership competence, dan self-management. Idealnya, organisasi dapat membentuk pribadi yang lebih berkompetensi sesuai dengan ranah organisasinya. Tetapi, virus-virus pragmatisme mulai menjalar ke organisasi mahasiswa. Para pelaku organisasi mulai menjadi orang yang hanya mengambil jalan untuk kepentingan sekilas tanpa berpikir panjang. Meskipun tidak semua organisator itu pragmatis, akan tetapi virus ini harus segera diatasi. Lalu, bagaimanakah yang idealnya?

Kita kembali lagi pada arti istilah organisasi. Sudah tentu banyak ahli yang berpendapat apa itu organisasi. Intinya, organisasi adalah sekelompok orang yang berkomitmen untuk melakukan “kerja”. Kerja adalah bentuk usaha nyata dari tujuan organisasi. Kerja dapat dimaknai dengan berkarya dan menghasilkan sesuatu yang bermanfaat berdasarkan genre organisasinya, misal seni, politik, ilmiah, agamis ataupun olahraga. Bila organisasi hanya berkutat pada rapat dan hal-hal yang bersifat formalitas, sebenarnya itu membuang-buang waktu dan tenaga. Seperti sindiran yang disampaikan oleh Dr. Sutanto, DEA., apakah kerjaan organisasi mahasiswa itu hanya MUSUM, MUNAS, MUBES, dan akhirnya semua menjadi MUBENG, karena hal tersebut bersifat formalitas dan administratif. Jawabannya, tentu saja tidak. Mari menjadi organisator yang bekerja, berkarya dan mencintai apa yang kita kerjakan. Semangat Totalitas.

Tidak ada Komentar »

Pak San: Saya tidak mau dikasihani, saya tidak mau meminta-minta

Sudah menjadi budaya bagi mahasiswa kalau beasiswa adalah salah satu sumber penghidupan anak kampus. Lalu, apa yang terjadi bila ada ancaman terhadap kelangsungan beasiswa mereka???

Berikut sedikit gambaran ketika para penerima beasiswa di FKIP di wajibkan membuat karya PKM. But, wait…. apa itu PKM? PKM adalah Program Kreativitas Mahasiswa yang merupakan proposal kegiatan yang dibuat oleh mahasiswa sebagai wadah aktualisasi kreativitas mereka.

Hari itu ada yang menarik, H-5 deadline pengumpulan PKM DIPA UNS, sms jarkoman tentang diwajibkannya para penerima beasiswa baru aku terima. Mau tidak mau, akupun harus menyelesaikan pkm yang memang telah aku rancang sebelumnya. Perasaan yang sedikit terbebani untuk menghasilkan karya, membuat proses penyelesaiannya pun juga terasa susah. Akhirnya, aku putuskan untuk benar-benar menyelesaikannya karena beasiswa yang aku terima merupakan beasiswa yang alhamdulillah lumayan besar, hehe (meskipun cairnya agak molor…)

Kali ini, aku tertarik untuk membuat program pengabdian masyarakat, khususnya untuk anggota masyarakat yang berkebutuhan khusus. Para penyandang tuna netra yang memiliki kekurangan dalam penglihatan, telah menarik hati saya untuk selangkah lebih dekat mencoba menilik kehidupan mereka. Banyak asumsi bahwa para tuna netra itu cenderung dependen atau bergantung kepada orang lain, serta memiliki sifat konsumtif yang tinggi. Dari situlah, aku mulai berpikiran bagaimana kalau mereka diberdayakan dan dilatih keterampilannya untuk berwirausaha, sehingga mereka mampu mencari penghasilan sendiri (paling tidak meningkatakan produktivitas mereka).

Pada H-2, aku mulai survey ke tempat komunitas tuna netra yang ada di Cangakan, Karanganyar. Komunitas itu bernama ITMI (Ikatan Tuna Netra Muslim Indonesia), yang baru aku peroleh infonya dari mbak kost yang kebetulan adalah lulusan sarjana pendidikan luar biasa. Panas dan gerah, terik matahari langsung mencabik-cabik kulit tangan sehingga rasa panasnya begitu terasa. Siang itu, aku berangkat ke sekretariat ITMI yang berlokasi di selatan Masjid Agung Karanganyar. Bayangan ku tentang sekretariat ITMI adalah sebuah kantor yang diketuai oleh seorang yang normal secara fisik, karena asumsi ku ITMI adalah sebuah organisasi.

Berbanding 180 derajat, ternyata sekretariat ITMI adalah rumah dari salah satu tuna netra yang berdomisili disana. Pak San, itulah nama beliau. Beliau menjadi pelopor berdirinya ITMI di Karanganyar setelah beliau mengikuti MUNAS (Musyawarah Nasional) Tuna Netra Seluruh Indonesia.

Di rumah Pak San, ketua komunitas tuna netra yang ada di cangakan ini, banyak pelajaran hidup yang mungkin tidak bisa kita dapat dari dosen dikuliah-kuliah. Beliau memang mempunyai keterbatasan penglihatan, tetapi semangat dan pandangan hidupnya begitu luas, jauh kedepan. Bagaikan pemimpin-pemimpin visioner yang lain, beliau mempunyai cita-cita untuk mengubah image tuna netra hanya sebagai parasit di masyarakat.

“saya tidak mau dikasihani, saya tidak mau meminta-minta, bahkan saya pun marah ketika ada orang yang mengasihani saya. Karena saya yakin saya bisa bangkit dan membuktikan bahwa tuna netra juga bisa berkarya dan menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi orang lain”

Kata-kata yang keluar dari seorang Pak San, membuat aku terbelalak, bagaikan terbangun dari tidur panjang yang melenakan selama bertahun-tahun. Dari sini bisa dilihat betapa besarnya api semangat saudara-saudara kita yang belum dianugerahi fisik yang sempurna. Bahwa seharusnya, kita yang memiliki fisik yang kuat harus berbuat lebih dari mereka.

Lalu, apa yang telah kita lakukan bagi orang-orang disekitar kita???

Pembuktian sebagai seorang mahasiswa yang memiliki fisik yang kuat, otak yang hebat dan hati yang sehat dipertanyakan…

Tidak ada Komentar »

Up Grading LSP

Up Grading LSP

Tidak ada Komentar »

Kita adalah Tukang-Tukang Keramik

Bismillah…..

Pagi hari yang sungguh indah, bercengkrama dengan alam di pinggir sungai dambaan wong Solo, Bengawan Solo. Sungguh beruntung mendapatkan kesempatan dan pengalaman yang pertama buatku menikmati semilir angin di taman Ronggowarsito. Duduk santai di bawah pohon-pohon raksasa, dan ditemani kicauan burung yang bersarang di pohon tepat di atas kepala kami. Sampai-sampai, dari sekian orang yang hadir aku menjadi orang yang paling beruntung mendapatkan “jackpot” dari makhluk berkicau ini… (hehe, jackpot apa yaaaa????)  Aliran sungai yang tenang menenangkan hati dan pikiran para penikmatnya, meskipun masih diganggu dengan sampah-sampah yang ikut hanyut mengikuti arus yang lumayan deras.

Ya, itulah sedikit deskripsi betapa indahnya jum’at pagi itu. Jum’at pagi yang penuh hikmah dan nikmat ukhuwah. Jum’at pagi dimana kami para kordept dan korwat SKI 2012 bersilaturahim, sharing bareng, dan makan2. ( kayake lebih pas pake Jargon HUMAS, JMF). Tapi insyaAllah, esensi yang diharapkan tetap ada. Forum ini diinisiasi oleh sahabat-sahabat DPP untuk mengkontrol keadaan masing-masing bidang dan juga departemen. Bagaimana keadaan semangat staff, kelangsungan komunikasi dengan staff dan juga pensolidan internal departemen menjadi topic bahasan utama kami saat itu.

Sharing-sharing dilakukan dan kita tahu ternyata masih banyak kendala yang menyertai perjuangan kami sehingga harus terus ada perbaikan kedepannya. Kendala atau masalah dari masing-masing departemen ternyata bervariasi tapi InsyaAllah semua masih dalam batas normal. (standard deviasi masih normal, hehe…..).

Di ambang akhir forum, the leader of SKI, Pak Ketum datang, dan kami mendapat beberapa wejangan yang esensi nasihat beliau masih terpatri di benak kami. One thing that still stuck on my mind until now…

“Dianalogikan dengan Masjid NH, kalian ini bagaikan tiang-tiang penyangga yang kokoh, penyambung antara lantai yang berkeramik dengan atap masjid.”

Itulah wejangan dari pak ketum, yang intinya, kami sebagai tiang-tiang penyangga adalah mediator, penyambung antara atap dan lantai. Kami sebagai media antara strategic job dengan practical job dan komunikasi menjadi senjata paling ampuh untuk menghadapi tantangan ini.

Tugas telah menanti kita. Seperti para tukang keramik, kami harus mampu menata keramik-keramik yang masih berserakan menjadi susunan yang indah dipandang mata.Itulah BIG JOB kita, untuk mampu mengarahkan adik-adik menjadi generasi yang luar biasa. InsyaAllah^.^

Finally, ini adalah kata-kata yang aku kutip dari Film favoritku “KUNG FU PANDA”, master Oogway berkata:

“Yesterday is history, tomorrow is mystery, but today is a GIFT. That’s why it is called PRESENT.”

so, let’s making this chance be a great story.

Keep Smiling, Keep Inspiring^^

Tidak ada Komentar »

Fantasy: The Blue Flower

Sometimes, we need time to dream and escape for a while from the bored real life. It is okay for the ordinary human that needs time for relaxing mind and body. Just like the children in the childhood time, fantasy, imagination and desire may be help us to relax our mind from the problem.

Just remind by my lecture this morning, Prose, the literary subject which discuss about Short Story entitled “The Blue Flower” by Henry Van Dyke. The short story tells about a boy who is dreaming and longing for The Blue Flower. The boy is on his transition period of his life, from childhood to adult life. He begin to feel the strange feeling that he never felt before.

He obsesses to find the Blue Flower very much and then he enter the new world, the fantasy world because he starts dreaming.

In his dream, he found the entrance to a green woods, he found the stream, the river, and the sparkling fountains. This is the brightest place he ever had seen. All of things are sparkling and glaring the lights.

As a reader, i am amazed by the way of the writer describe the visual imagery. This is so cool and i can feel the sense of the fantasy world just like watching Alice in Wonderland.

One more thing, i love a quotation in this short story,

“All passion had dissolved away from him; every sound was music; every breath was peace; the rocks were like sentinels protecting him; the sky was like a cup of blessing full of tranquil light.”

Tidak ada Komentar »

The Day When I Was Breathless

 (it was my assignment in Introduction to Literature)

It was late December, 2005. It was very beautiful moment because it just different with the usual month. It was spring in the December, there were flowers bloomed and giant green trees were wobbled by the heavy wind, but still beautiful. The windy weather made some unique feelings and the atmosphere covered the whole feeling which I felt at that time.

I was in my second grade of my Junior High School. Luckily, I was in a good class, I got kind friends and comfortable classroom which is supported me to study comfortably. Everything was okay, my achievement was good, my friendship was very well, my teachers were care so much, but it was felt not complete. Suddenly, in my convenient condition, something happened to my heart. There was total eclipse in my heart. There was something teased my life.

It was my silly experience, but the wonderful one. I never had expected that I would have been very amazing. One chance that made me flew. That day, the fabulous day, all of students got task to pick some flowers for our teachers’ funeral. I didn’t know where to go, how could I get those flowers? My friends ran to their home, but I didn’t because my house was far from there. I was in terrible confusion. Unexpectedly, a boy with a worn out uniform came to me. He asked me to follow him, with unfriendly voice. I felt so annoyed with this guy. Absolutely, he was my rival in class, the only one who always messed up my day in class. He walked to his village which full of flowers, so we could pick it so easily. Along the journey to the village, it was a silence journey without words. I didn’t know what he felt at that time, but I was worried about myself. I was going to think what kind of guy he is, he kept me all along the trip. In the dusty road. Even he looked so careless of me, I could feel his courageous of keeping me. It was felt so strange, so weird, but I liked it.

We got the flowers, after we have hunted it in the village yard. Both of us took a rest under a big tree. The trees bloomed the yellow flowers which were brought away by the breezes. We were lying in the ground like an old leaves and smelling the flowers fragrance. I still didn’t know what his feeling at that time and I was getting more worried about myself. But, I decided to ignore it and continued to enjoy the amazing situation. That was a single complete package in a memorable place where we had been going together.

In our way back to school, he made an awkward conversation but he failed because I didn’t respond it. The situation was getting ungainly. I knew that actually he was a bashful boy, he seldom had a conversation with me. How stubborn I am, I tried hard to drive away all kinds of feeling, but I couldn’t. So, I prefer to ignore him.

That day passed. I thought everything was normal. I could continue my days like the ordinary day. But, I was wrong, I was going to act ashamedly if I met him. I didn’t know what was going on myself. Eventually, I had to realize that I had feeling to him, my first one.

The day after that day, he always fulfilled my head, he completely covered my life. I was really remembering his clothes. It was so real. The smell, the atmosphere, it was so real. I thought that the world was mine. All buildings are mine, all cars are mine, all trees are mine, and the air is only mine. I never had a dream come true, till the day I was with him. That day, very beautiful spring when I was younger, I was got special thing. Of course, Iwas in love in the term of the real feeling. That was unexpected, I just saw him in my imagination. He was not handsome, he was an ordinary guy for other people, but not for me. He was so perfect, with his all behavior.  His smile was charming and his speech was witch me up. Everything he did and what he said beautify my day. He made me breathtaking. It was the day when I’m being my real me. We had walking along the dusty road to get some flowers. This all make me breathless for the first time.

Contrastly to my feeling, I still didn’t know how about him. He was mysterious, and always like that. My relationship with him still like an ordinary, we seldom to had conversation, just an awkward sight when we met. It was okay, because we still a younger. We had not to show our feeling.

Sometimes, I wish I had never left.

Tidak ada Komentar »

Seorang Pemimpin Yang Takut Pada Allah

UMAR BIN ABDUL AZIZ

Tangisan Seorang Pemimpin Yang Takut Pada Allah

UMAR bin ABDUL AZIZ, Dia seorang hafizh, mujtahid, sangat mendalam ilmunya, zuhud, ahli ibadah dan sosok pemimpin kaum Muslimin yang sejati. Dia juga disebut Abu Hafsh, dari suku Quraisy,Bani Umayyah.

Istrinya, Fathimah pernah berkata, “ Dikalangan kaum laki-laki memang ada yang shalat dan puasanya lebih banyak dari Umar. Tetapi aku tidak melihat seorangpun yang lebih banyak ketakutannya kepada Allah daripada Umar, jika masuk rumah ia langsung menuju tempat shalatnya, bersimpuh dan menangis sambil berdoa kepada Alloh hingga tertidur. Kemudian dia bangun dan berbuat seperti itu sepanjang malam.”

Takkala menyampaikan khutbah terakhirnya, Umar bin Abdul Aziz naik keatas mimbar, memuji Alloh, lalu berkata, “ Sesungguhnya ditanganmu kini tergenggam harta orang-orang yang binasa. Orang-orang yang hidup pada generasi mendatang akan meninggalkannya, seperti yang telah dilakukan oleh generasi yang terdahulu. Tidakkah kamu ketahui bahwa siang dan malam kamu sekalian mengarak jasad yang siap menghadap Allah, lalu kamu membujurkannya di dalam rekahan bumi, tanpa tikar tanpa bantal, lalu kamu menimbunnya dalam kegelapan bumi ?. Jasad itu telah meninggalkan harta dan kekasih-kekasihnya. Dia terbujur dikolong bumi, siap menghadap hisab. Dia tak mampu berbuat apa-apa menghadapi keadaan sekitarnya dan tidak lagi membutuhkan semua yang ditinggalkannnya. Demi Allah, kusampaikanhal ini kepadamu sekalian, karena aku tidak tahu apa yang terbatik didalam hati seorang seperti yang kuketahui pada diriku sendiri “

Selanjutnya Umar bin Abdul Aziz menarik ujung bajunya, menyeka air mata, lalu turun dari mimbar. Sejak itu dia tidak keluar rumah lagi kecuali setelah jasadnya sudah membeku.

Diriwayatkan dari Abdus-Salam, mantan budak Maslamah bin Abdul Malik, dia berkata: “ Umar bin Abdul Aziz pernah menangis, melihat ia menangis, istrinya dan semua anggota keluarganya pun ikut menangis, padahal mereka tidak tahu persis apa pasalnya mereka ikut-ikutan menangis”.

Setelah suasana reda, Fathimah, istrinya bertanya: “Demi ayahku sebagai jaminan, wahai Amirul Mukminin, apa yang membuat engkau menangis? “ .Umar bin Abdul aziz menjawab, “ Wahai fathimah, aku ingat akan persimpangan jalan manusia takkala berada di hadapan Alloh, bagaimana sebagian diantara mereka berada di sorga dan sebagian lain berada di neraka.

Tidak ada Komentar »

Life is about Mindset

Visi hidup sangat menentukan jalan hidup kita. Tentu saja, kita tidak bisa terlepas dari visi hidup. Lalu apa yang terjadi bila manusia hidup tanpa mempunyai visi? Menilik kembali peribahasa dari negara matahari terbit, Jepang, yang mempunyai kata petuah yang begitu meyakinkan kita betapa pentingnya visi dalam kehidupan itu.

“visi tanpa kerja adalah mimpi di siang bolong, dan kerja tanpa visi adalah mimpi buruk”

Lalu apa sebenarnya visi itu? Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), visi berarti 1 kemampuan untuk melihat pd inti persoalan; 2 pandangan atau wawasan ke depan: seluruh rakyat mempunyai — yg sama mengenai perjuangan bangsa; 3 kemampuan untuk merasakan sesuatu yg tidak tampak melalui kehalusan jiwa dan ketajaman penglihatan; 4 apa yg tampak dl khayalan; 5 penglihatan; pengamatan.
Singkat kata, visi adalah pandangan atau ekspektasi tentang masa depan orang yang memilikinya, mau dibawa kemana dan mau diapakan masa depan pemilik visi tergantung pada visi yang terstuck-on dalam alam bawah sadar. Dalam menentukan visi hidup tentulah tidak bisa sembarangan, sebab itu akan menjadi paradigm dan margin antara yang menjadi prioritas atau bukan.
Sebagai seorang mahasiswa, sebenarnya kita dituntut untuk menjadi generasi yang visioner yang menjadi gudangnya ide-ide cemerlang menuju perubahan yang lebih baik. Begitulah idealnya. Semua materi tentang mindset ini, saya dapat saat materi pelantikan pengurus SKI FKIP 2012 yang disampaikan oleh Pembina organisasi tersebut. Dengan materi yang bertajuk “Dilema Aktivis Kampus: antara dakwah atau kuliah” benar-benar materi yang menginspirasi dan membangunkan ku dari timangan hangat rutinitas yang mungkin kurang seimbang antara berorganisasi ataupun focus kuliah.
Keputusan untuk mengambil jalan yang berbeda dengan golongan mayoritas memang tidak mudah. Sama halnya dengan kecenderungan mahasiswa mayoritas yang lebih memprioritaskan kuliah daripada “menyibukkan dir”i dengan hal-hal lain(baca berorganisasi). Memang tidak salah mengambil track yang lurus, maksudnya mahasiswa ya tugasnya kuliah, mengerjakan tugas, menyelesaikan laporan, mendapat nilai bagus, lulus dan dapat kerja, selesai. That’s it. Itu bukan pilihan yang salah, namun apa kontribusi mahasiswa yang katanya sebagai Agent of Change, Iron Stock, dan Moral Force???
Jawaban atas kondisi dilematis para aktivis kampus sebenarnya ada dalam masing-masing individu. Kembali lagi pada topic awal yaitu mindset. Life is about mindset, karena mindset atau visi seorang mahasiswa yang akan menjadi batu landasan dalam beraktivitas. Sebaik-baik paradigm adalah paradigm yang berbasis akhirat. Jika semua aktivitas yang dilakukan semata-mata hanya ingin mendapatkan kehidupan akhirat yang bahagia, maka insyaAllah semua nya dalam track yang benar. Just go on the right track. Tips lain untuk menyeimbangkan antara kuliah dan organisasi yaitu,
1. Focus on working
2. Pay attention and write
3. Allocate time
4. Don’t delay the job
5. Daily schedule
Sebagai mahasiswa yang memilih jalan yang berbeda dan lebih berisiko, maka tanggung jawab dan amanah yang harus dilakukan juga bertambah. Bukan saja harus focus menjalani perkuliahan dengan segala pernak-pernik tugas yang harus diselesaikan, namun juga harus memikirkan permasalahan dan deadline organisasi yang juga meminta perhatian khusus. Sungguh melelahkan, namun inilah jalan kita, jalan para aktivis kampus yang tidak ingin berlabel mahasiswa kupu-kupu. Kita tidak bisa memberatkan salah satu, karena dua-duanya adalah amanah kita, dan keseimbangan mutlak diperlukan. Tawadzun dalam menjalani setiap episode aktivitas, menjalankan kewajiban kita sebagai mahasiswa secara akademis, kewajiban anak kepada orang tua kita, kewajiban dakwah kepada yang lain walaupun lingkup terkecil sekalipun, serta kewajiban sebagai anggota masyarakat.
Mengingat, “kewajiban itu lebih banyak daripada waktu yang kita miliki”, maka perlu adanya skala prioritas dalam menjalani akativitas sehari-hari. Berikut adalah fiqh prioritas:
1. Memprioritaskan kualitas atas kuantitas.
2. Memprioritaskan ilmu atas amal.
3. Memprioritaskan amal yang lebih luas manfaatnya atas amal yang kurang bermanfaat.
4. Memprioritaskan hak masyarakat atas hak individu.
Yang terakhir, mindset kita harus di reset sedemikian rupa sehingga menjadi mindset yang benar-benar lurus dan akan mendatangkan keridhoan Allah. Dan semoga segala aktivitas kita akan menjadi amal kebaikan dan bisa menolong kita nanti di Yaumul Akhir. Sebagai penutup, ada suntikan motivasi bagi para aktivis kampus dan semoga ini menjadi karakter kita semua.
Here these are, 10 AT karakter aktivis kampus^^
1. Sholat 5 waktu tidak pernah telat
2. Sholat tahajud kuat
3. Aksi-aksinya hebat
4. Lulusnya cepat
5. IP nya empat
6. Perilakunya memikat
7. Kata-katanya penuh nasihat
8. Berpikir dan bertindak cermat, cepat, dan tepat
9. Ukhuwahnya erat
10. Hidup bahagia dunia akhirat

Tidak ada Komentar »

Semangat Pemuda Inspiratif

Motivating Yourself to be A Great Leader

Pemuda dalah pemimpin besar untuk masa depan. Rasulullah SAW adalah suri tauladan bagi kita, beliau adalah pemimpin besar, pemimpin yang paling sempurna. Inilah karakteristik kepemimpinan beliau:

  1. • Beliau mempunyai keinginan agar umatnya selamat dunia dan akhirat, dengan beriman kepada Allah SWT.
  2. • Beliau sangat memikirkan nasib umatnya.
  3. • Beliau pemimpin yang adil. Tegaknya keadilan merupakan harga mutlak.
  4. • Beliau merupakan pemimpin yang lemah-lembut, penuh kasih sayang, dan santun. Tidak ada sifat kekerasan.
  5. • Beliau mempunyai sifat ketegasan, terutama dalam masalah akidah, tidak ada kata kompromi.

Sebagai pemimpin masa depan, jangan sampai pemuda itu silau dengan keadaan dunia sekarang. Dengan berpegang teguh pada ajaran Islam, InsyaAllah kita akan mendapatkan jalan yang lurus. Selain itu, umat muslim juga mempunyai figure pemimpin sejati. Pemimpin yang memang dipilih langsung oleh Allah untuk membimbing manusia ke jalan yang benar. Ajaran Rasululllah yaitu untuk beriman kepada Allah semata, akan membimbing kita ke kehidupan yang bahagia, jalan yang penuh kemudahan yang hakiki. Untuk menjadi pemimpin yang besar seperti beliau, maka perlu dibentuk rasa cinta pada keimanan terhadap Allah yang sebenar-benarnya.
Pemimpin yang besar harus memimpin dengan jalan yang lurus (berfigur pada Rasulullah). Pemimpin besar yang diidolakan adalah beliau, maka kita harus berkaca pada pribadi beliau pula.

  1. Niat menjalankan setiap amanah harus diluruskan. Tujuan pertama dan utama adalah untuk mendapatkan ridlo dari Allah SWT, bukan untuk mendapatkan pujian atau penghargaan dari manusia. Ikhlas lillahi ta’ala, sehingga semua aktivitas dapat dilakukan dengan ringan, dengan demikian bersatunya umat akan lebih mudah karena kasih sayang dan ukhuwah tetap terjaga.
  2. Kejujuran sebagai seorang pemimpin (honesty). Seorang pemimpin harus jujur karena jujur adalah pangkal kebaikan. Kebaikan akan membuahkan jannah. Sebaliknya, pemimpin harus menjauhi sifat bohong, karena bohong adalah pangkal kejahatan.
  3. Tebarkan keselamatan (salam). Sesama umat harus saling mengucap salam, salam disini bukan hanya sekedar mngucapkan kata kata salam, namun harus dimaknai secara utuh/kaffah. Salam di sini berarti mnyebarkan keselamatan untuk diri sendiri dan orang lain. Kita harus menjaga diri, menjaga perilaku, dan jaga hati agar setiap tindakan yang kita lakukan tidak melukai orang lain. Saling mengingatkan, karena seorang muslim bertanggung jawab atas keselamatan atas saudara muslim yang lain.
  4. Pemimpin harus amanah, jangan sampai khianat. Jika sebuah kepemimpinan ada yang berkhianat, maka tunggu saja kehancurannya. Naudzubillahi mindzalik.

Keep hold on ISLAM forever….
True Great Leader
a. Diridloi oleh Allah SWT
b. Dicintai oleh rakyatnya
c. Mendatangkan kebaikan dan keselamatan
We have to be a young leader, inspiring and productive…. Okay okay…

Pemimpin
a. Pemimpin hanya berorientasi pada memberi sebanyak-banyaknya, bukan menerima sebanyak-banyaknya. Tidak ada rasa pamrih dalam melaukan tugas kepemimpinan. (pemimpin itu me-, bukan di-).
b. Pemimpin mempunyai karya, bukan hanya wacana.
c. Pemimpin itu memberikan teladan, baik secara sikap, perbuatan maupun tindakan.
d. Pemimpin yang baik mampu melahirkan pemimpin-pemimpin baru yang lebih baik dari dirinya sendiri.
e. Pemimpin yang baik siap memimpin dan dipimpin. Ada masanya, pemimpin itu mengisi tapi ada masa juga untuk diisi dengan ilmu-ilmu yang baru.
Jaman transkomunikasi, kita dituntut untuk hidup dengan jaringan, berkomunitas, berkolaborasi dan saling bekerja sama dengan orang lain. Tidak akan bertahan hidup, orang yang hidup sendirian.
Stage to achieve leadership
Level 5 Personhood (respect)
Level 4 People development (reproduction)
Level 3 Production (result)
Level 2 Permission (relationship)
Level 1 Position (right)

Menilik dari tokoh besar
Tokoh: Muhammad Al Fatih
 Ayahnya adalah Sultan Murad II, yang merupakan keturunan bangsawan dan ahli strategi dan politik.
 Hafal Al-Qur’an dan sejak baligh tidak pernah meninggalkan sholat wajib, rowatib dan tahajud. Beliau juga mempunyai sebutan sebagai As-Syeikh Al-Kurani.
 Jago 8 bahasa dan ahli sains.
“Constantinopel akan jatuh ke tangan tentara Islam. Rajanya adalah sebaik-baik raja, tentaranya adalah sebaik-baik tentara…” (HR. Imam Ahmad)

Seorang pemimpin yang besar tidak bisa lepas dari 3 bimbingan yaitu Ibu, Guru, dan Buku. Bimbingan dari seorang ibu tentang pembekalan budi pekerti dan karakter, teladan dan pengarahan dari guru untuk mempertajam leadership dan seluk-beluknya, serta buku sumber wawasan tanpa batas. Dalam dinamika perkembangan karakter pemimpin, terdapat begitu banyak hal yang perlu dipersiapkan untuk membentuk karakter yang benar-benar bisa disebut sebagai generasi pemimpin yang Islami. Tapi bukan tidak mungkin semua itu dapat terwujud, yang terpenting adalah apa yang bisa dilakukan untuk saat ini. Memperbaiki keadaan dengan mempersiapkan pemuda yang inspiratif dan kontributif.

Tidak ada Komentar »

Keep Smiling, Keep Inspiring

Bismillahirrohmanirrohiim

Assalamu’alaykum warohmatullahi wabarokatuh,

Kisah perjalanan ku di keluarga bahagia ini…

My Lovely Humas 1 Raga

Pada awal saya menjadi bagian dari persaudaraan ini, saya akui saya memang tidak mempunyai background tentang kehumasan atau hal-hal yang membutuhkan skill membangun relasi dan koneksi yang baik. Bahkan, saya cenderung bisa dikatakan sebagai orang yang introvert daripada ekstrovert. Saya lebih suka melakukan pekerjaan sendiri, memilih bekerja seorang diri daripada bersama-sama dengan orang lain, karena menurut saya hal itu hanya membuang-buang waktu saja. Misal jika kita bekerja sendiri maka keputusan akan lebih cepat diambil daripada kerja kelompok, yang harus melalui proses diskusi, mempertimbangkan dan menyamakan persepsi antar anggota. Sehingga, terbangunlah paradigma bahwa bekerja sendiri itu lebih cepat selesai daripada bersama-sama.

Tapi, semua anggapan dan pemahaman saya tersebut lama-kelamaan luntur terkikis oleh kenyataan bahwa tidak selamanya saya mampu bekerja sendirian. Dan saya temui ladang pembelajaran tersebut di dalam suatu organisasi, sebenarnya forum resmi yang pertama saya ikuti. Di sinilah, di keluarga Humas 1 Raga, begitulah panggilan kereeen kami, hehe…. So, the first thing which needs to be noticed is that we are Super TEAM, the team of Humas SKI FKIP UNS 2011.

Well, here we are TEAM…(Togetherness Emphatic Appreciation More contribution)

Yuuup… togehtherness, rasa kebersamaan harus di tanamkan terlebih dahulu, sehingga muncul rasa empati (emphatic). Tidak lupa juga, apresiasi terhadap kontribusi yang dilakukan para staff sangat perlu diperhatikan. Apresiasi dapat berbentuk apa saja, misal sms ucapan selamat, terimakasih ataupun penghargaan lain. Pada intinya, kedekatan pribadi sangat perlu sehingga komunikasi lebih lancar. Hal pertama yang harus dilakukan adalah mensolidkan semua personel. Proses penyamaan visi, tujuan, dan persepsi tentang humas. Saling ma’rifat sangat urgent karena akan menumbuhkan rasa saling memiliki, saling pengertian, saling berempati sehingga kesolidan akan lebih mudah terbentuk.

Well, kalo yang tadi tentang pensolidan anggota, selanjutnya pengalaman saya selama di humas bersama saudara dan sahabat yang luar biasa. Dengan jargon yang luar biasa pula, HUMAS 1 RAGA (Ramah Gesit dan Aktif) kereeen… Langsung ya, masuk ke proker humin yaitu KUROSHIMA (kunjungan ke HMP dan HMJ). Untuk ketercapaian proker adalah 5 dari 8 HMP dan HMJ yang ditargetkan. Evaluasinya mungkin lebih kepada pelaksanaan kunjungan yang pada awalnya 2 pekan 1 kali, menjadi molor karena kendala waktu yang sulit cocok dengan target kunjungan. Oleh karena itu, kedepannya pelaksanaan lebih diintensifkan dan lebih continue. Kita harus lebih aktif mencari informasi ke HMP dan HMJ juga, terutama hubungan personal dengan mereka akan lebih mengena.

Terkait dengan launching formkomsie, mungkin kita masih kurang publikasi, kita harus lebih memassivkan penetrasi SKI untuk mensolidkan kerohanian di HMP dan HMJ. Next, kunjungan ke birokrat yang belum terlaksana, harapannya humas kedepan akan merealisasikan sehingga jaringan SKI dengan dekanat lebih terjaga. Don’t forget to keep ukhuwah with UKM, agar sinergisitas antar lembaga tetap terjaga, terutama penjagaan rukhiyah para aktivis kampus.

I think that’s enough from me. Actually, I was not too active in Humas but I do hope the next Humas will be better and better. In short, kita harus lebih membuat rancangan kerja yang lebih sistematis serta plotting tugas yang lebih jelas. Keep struggling in this way. The True way to get Jannah, Amiiin….

Finally, keep smiling, keep inspiring, and keep fighting for expanding this  Dakwah ^.^

Wassalamu’alaykum warohmatullahi wabarokatuh….

Tidak ada Komentar »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.